SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / Gunakan menu navigasi untuk mengeksplore website ini sebagai basis data kepanitiaan pembangunan YAT
  • 1 tahun yang lalu / Pelaporan kas donasi pembangunan gedung dan asrama YAT dilakukan secara berkala (bulanan)
  • 1 tahun yang lalu / Selamat datang di website resmi Panitia Pembangunan Gedung dan Asrama Yayasan Al Hikmah Tegal
WAKTU :

Keutamaan Shodaqah

Terbit 2 Mei 2021 | Oleh : Admin | Kategori : Ibadah
Keutamaan Shodaqah

Shodaqah merupakan salah satu dimensi sosial keagamaan. Dengan bershodaqah berarti telah ikut andil dalam memperhatikan kondisi sesama manusia. Guna memotivasi diri, perlu kiranya dipahami bersama tentang keutamaan-keutamaan shodaqoh sebagaimana dalam tulisan ringan di bawah ini

A.  Arti Shodaqah

Shodaqah sebagai bahasa yang sering kita dengar adalah pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Shodaqah lebih luas dari sekedar zakat maupun infak. Karena shodaqah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun shodaqah mencakup segala amal, atau perbuatan baik. Dalam sebuah Hadist digambarkan, “Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah shodaqah.”

B.  Keutamaan-keutamaan Shodaqah

Mendasarkan pada hadis-hadis shohih, banyak ditemukan keutamaan-keutamaan shodaqah, diantaranya sebagaimana di bawah ini :

1. Shodaqah dapat menghapus dosa.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

والصدقة تطفىء الخطيئة كما تطفىء الماء النار

Shodaqah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Diampuninya dosa dengan sebab sshodaqah di sini tentu saja harus disertai taubat atas dosa yang dilakukan. 

Bershodaqah juga harus bersumber dari cara perolehan harta yang benar. Tidak dibenarkan  jika ada sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi, memakan riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim, dan sebelum melakukan hal-hal ini ia sudah merencanakan untuk bershodaqah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini tidak dibenarkan karena termasuk dalam merasa aman dari azab Allah, yang merupakan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi“. (QS. Al-A’raf : 99)

2. Orang yang bershodaqah akan mendapatkan naungan pada hari akhir.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan tentang 7 jenis manusia yang mendapat naungan di suatu hari, yang ketika itu tidak ada naungan lain selain dari Allah, yaitu hari akhir. Salah satu jenis manusia yang mendapatkannya adalah:

رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه

Seorang yang bershodaqah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dishodaqahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)

3. Shodaqah memberi keberkahan pada harta.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا

Harta tidak akan berkurang dengan shodaqah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

Yang dimaksud hartanya tidak akan berkurang, disebutkan dalam Syarh Shahih Muslim An Nawawi menjelaskan: “Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal: Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indra dan kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.”

4. Allah melipatgandakan pahala orang yang bershodaqah.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang bershodaqah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid: 18)

5. Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bershodaqah.

من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة

Orang (yang) memberikan dan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan Sholat, ia akan dipanggil dari pintu Sholat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bershodaqahakan dipanggil dari pintu shodaqah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim No. 1027)

6. Shodaqah akan menjadi bukti keimanan seseorang.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

والصدقة برهان

“Shodaqah adalah bukti.” (HR. Muslim No.223)

An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)”

7. Shodaqah dapat membebaskan dari siksa kubur.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور

“Shodaqah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” (HR. Thabrani)

8. Shodaqah dapat mencegah pedagang melakukan maksiat dalam jual-beli.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

يا معشر التجار ! إن الشيطان والإثم يحضران البيع . فشوبوا بيعكم بالصدقة

Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan shodaqah.” (HR. Tirmidzi No. 1208)

9. Orang yang bershodaqah merasakan dada yang lapang dan hati yang bahagia.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan permisalan yang bagus tentang orang yang dermawan dengan orang yang pelit:

مثل البخيل والمنفق ، كمثل رجلين ، عليهما جبتان من حديد ، من ثديهما إلى تراقيهما ، فأما المنفق: فلا ينفق إلا سبغت ، أو وفرت على جلده ، حتى تخفي بنانه ، وتعفو أثره . وأما البخيل: فلا يريد أن ينفق شيئا إلا لزقت كل حلقة مكانها ، فهو يوسعها ولا تتسع

Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bershodaqah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bershodaqah, dikarenakan shodaqahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)

Dan hal ini tentu pernah kita buktikan sendiri bukan? Ada rasa senang, bangga, dada yang lapang setelah kita memberikan shodaqah kepada orang lain yang membutuhkan.

Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang mengabarkan tentang manfaat shodaqah dan keutamaan orang yang bershodaqah. Tidakkah hati kita terpanggil?

10. Pahala shodaqah terus berkembang.

Pahala shodaqah walaupun hanya sedikit itu akan terus berkembang pahalanya hingga menjadi besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ اللهَ يقبلُ الصدقةَ ، ويأخذُها بيمينِه ، فيُرَبِّيها لِأَحَدِكم ، كما يُرَبِّي أحدُكم مُهْرَه ، حتى إنَّ اللُّقْمَةَ لَتَصِيرُ مِثْلَ أُحُدٍ

Sesungguhnya Allah menerima amalan shodaqah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya. Lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda. Sampai-sampai shodaqah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud ” (HR. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”)

11. Shodaqah menjauhkan diri dari api neraka.

Sesungguhnya shodaqah itu walaupun sedikit, memiliki andil untuk menjauhkan kita dari api neraka. Semakin banyak shodaqah, semakin jauh kita darinya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

اتَّقوا النَّارَ ولو بشقِّ تمرةٍ ، فمن لم يجِدْ فبكلمةٍ طيِّبةٍ

Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bershodaqah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR. Al Bukhari 6539, Muslim 1016)

12. Boleh iri kepada orang yang dermawan.

Iri atau hasad adalah akhlak yang tercela, tetapi iri kepada orang yang suka bershodaqah, ingin menyaingi kedermawanan dia, ini adalah akhlak yang terpuji. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

لا حسدَ إلا في اثنتين: رجلٌ آتاه اللهُ مالًا؛ فسلَّطَ على هَلَكَتِه في الحقِّ ، ورجلٌ آتاه اللهُ الحكمةَ؛ فهو يَقضي بها ويُعلمُها

tidak boleh hasad kecuali pada dua orang: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudian ia belanjakan di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia mengamalkannya dan mengajarkannya ” (HR. Al Bukhari 73, Muslim 816)

13. Shodaqah akan terus mengalirkan Pahala.

Rasulullah bersabda : ” Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): shodaqah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

 

C.  Macam-macam shodaqah :

  1. Tasbih, Tahlil dan Tahmid.
  2. Amar ma’ruf nahi munkar
  3. Bekerja dan memberi nafkah pada sanak keluarganya
  4. Membantu urusan orang lain
  5. Mendamaikan dua pihak yang berselisih
  6. Menjenguk orang sakit
  7. Berwajah manis atau memberikan senyuman
  8. Berlomba-lomba dalam amalan baik sehari-hari
SesudahnyaPengertian dan Dasar Hukum Wakaf

Tausiyah Lainnya